Mengenal Lebih Dalam Risiko Sistemmatis Dan Non Sistimatis

506 views

Dalam dunia investasi tentu saja tidak bisa lepas dari yang namanya risiko. Oleh sebab itu ada yang bilang jika sebagai seorang investor kita tidak boleh hanya sekedar untung saja namun juga harus bisa memahami sebuah risiko dari investasi yang dilakukan. Dalam investasi sendiri ada dua risiko yakni risiko sistematis dan juga risiko non sistematis, lalu apa bedanya dari kedua risiko tersebut? Nah tenang saja karena kali ini saya akan memberikan ulasan mengenai perbedaan dari risiko sistematis dan non sistematis.

Risiko Sistematis dan Non Sistematis

Risiko Sistematis dan Non Sistematis

Pengertian Risiko Sistematis Dan Non Sistimatis

Pengertian Risiko Sistematis

Risiko sistematis adalah risiko pasar yang umum dan juga berlaku untuk semua investor pada pasar modal. Risiko sistematis ini tidak bisa dihindari oleh para investor. Penyebab dari risiko sistematis ini biasanya adalah faktor-faktor serentak yagn mempengaruhi harga saham pada pasar saham internasional.

Banyak orang menyebut risiko sistematis dengan risiko beta yang bisa menjadi tolak ukur volatilitas antara return pasar dan juga return sekuritas. Risiko sistem matis ini bisa saja terjadi jika terjadi suatu berita atau kejadian serentak yang menjadikan harga saham menjadi berjatuhan.

Risiko sistematis ini bersifat eksternal atau dengan kata lain tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan atau korporasi. Sehingga orang juga menyebutnya sebagai risiko pasar. Dalam dunia investasi ini risiko sistematis sudah pasti sering ditemui. Tentu saja risiko sistematis ini tidak bisa kita kendalikan dan dihindari. Untuk itu perusahaan harus bisa melakukan penelitian dan juga antisipasi dari risiko sistematis ini sehingga bisa meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari risiko sistematis ini jika benar-benar terjadi.

Sebagai investor anda harus bisa melakukan diversifikasi untuk meminimalisi terjadinya risiko sistematis ini. Misalnya anda jangan hanya fokus pada berinvestasi di satu perusahaan saja. Anda harus bisa melakukan investasi pada berbagai jenis perusahaan yang berbeda misalnya pada sektor barang konsumsi dan juga pertanian. Dengan begitu apabila terjadi risiko sistematis pada suatu sektor investasi maka anda masih punya investasi pada sektor yang lainnya.

Risiko Non Sistematis

Sedangkan risiko non sistematis ini merupakan resiko yang berkaitan dengan suatu saham tertentu dan juga kebanyakan risiko ini bisa diperkecil dan juga diminimalisir dengan suatu diversifikasi. Contoh kasus dari risiko non sistematis ini adalah misalnya kegagalan kinerja kerja, risiko manajemen dan juga risiko finansial.

Contoh kasus risiko non sistematis adalah misalnya ada investor yang melakukan investasi di suatu perusahaan. Kemudian perusahaan tersebut ternyata memiliki masalah pada diresiknya, seperti korupsi penggelapan uang dan lainnya. Nah inilah yang menjadikan harga saham dari perusahaan ini menjadi turun dari waktu ke waktu.

Risiko seperti ini tentu saja bisa diminimalisir dan dihindari jika kita sebagai investor bisa mengetahui profil dari perusahaan yang akan kita investasikan tersebut. Kita harus bisa mengetahui track record dari direksi dan juga manajemen dari perusahaan. Dengan begitu kita bisa menghindari pembelian saham pada perusahaan yang tidak memiliki prospek. Anda harus berhati-hati dalam memilih perusahaan tempat berinvestasi, jangan sampai anda salah dalam memilih perusahaan jika tidak ingin mengalami risiko non sistematis ini.

Nah itulah ulasan saya mengenai risiko sistematis dan juga resiko non sistematis. Semoga bisa menambah wawasan anda dalam dunia investasi dan semoga bermanfaat.

 

Artikel Investasi

Author: 
    author
    Halo nama saya Anton Wahyu. Saya seorang mahasiswa di salah satu Universitas Swasta di Solo. Saya memiliki hobi bermain game PS 3 dan juga menulis. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat.

    Related Post

    Leave a reply